Tuesday, February 23, 2010

SosioRantau: BEDBUGS

Satu lagi yang cukup mengejutkan, ada di Amerika.., BEDBUGS...

Mari kita tengok si Bedbugs ini..
Termasuk jenis insekta, serangga, yang biasanya, ikut tinggal di rumah kita alias numpang, dan parasit. Bentuknya kecil, cukup sulit untuk ditangkap, termasuk dalam famili Cimicidae. Warnanya dari putih kekuningan, coklat, coklat kehitaman, sampai tampak benar-benar hitam. Merayap, tak bersayap, dan makanannya adalah darah manusia, atau darah hewan.

Bedbugs menggigit, dan menghisap darah manusia atau hewan, biasanya ketika kedua jenis makhluk ini tertidur. Namun, disebutkan pula bahwa Bedbugs " is not strictly nocturnal", bukan benar-benar hewan "malam". Maksudnya di sini, Bedbugs tuh bukan cuma malam hari tok dia beroperasi gigit-gigit korbannya, pagi pun, siang pun, kapan saja dia punya kesempatan, maka dia akan beraksi.

Dijuluki Bedbugs, referensinya adalah dari kata Bed yang kurang lebih berarti tempat untuk tidur, seperti ranjang, kasur, sampai kursi, sofa, tempat kita leyeh-leyeh melepas penat, dan Bug(s) yang kurang lebih berarti kutu.

Begitulah.., si Bedbugs ini, tinggalnya, habitatnya, adalah di tempat-tempat, di mana biasanya manusia terlena, terkantuk-kantuk, ngliyep, tidur.

Ya, dia suka sekali berada di lipatan, dan di sela-sela yang sempit! Maksudnya, binatang kecil ini hidup di kasur, baik kasur kapuk, maupun kasur per. Di mana di situ ada tempat bersembunyi, seperti lipatan jahitan yang cuma 3 milimeterpun, boleh jadi sudah bisa bikin Bedbugs ini nyaman ngumpet, "menikah", bertelur, momong anak-anaknya yang kemriyek, dan tentu saja bergerilya ketika tempat tidur ini ditiduri pemiliknya.

Juga di kursi, sofa, yang terbuat dari kulit asli, kulit sintetis, kain kanvas, kain bukan kanvas..., apa pun, judulnya kalau ada lipatannya, atau sela-sela sambungan kayu, maka itu semua adalah tempat yang cocok untuk Bedbugs bersarang.

Sudah terbayang belum tentang si Bedbugs ini..? Wha..wha..wha.., jangan dibikin susah, karena Bedbugs ini, di Indonesia pun bejibun juga, di kenal dengan nama "Tinggi". Belum mudeng juga..? Yahh, selamat deh, berarti, di Indonesia, anda termasuk orang yang gak kenal sama si Tinggi ini.

Mengganggukah..? Jelaslah, namanya juga parasit. Ngekos kagak bayar, masih nggigitin yang punya rumah pula.

Kalau pun ada manis-manisnya, dia tidak terlalu dituduh sebagai perantara penyakit lain. Sama-sama insekta penghisap darah, kalau dibandingkan dengan nyamuk, ya masih sangat berbahaya si Nyamuk. Sudah jamak kan, yang namanya nyamuk itu ada yang bertugas sebagai perantara sakit Malaria, Demam Berdarah, Cikungunya...

Mungkin yang menjadi keberatan utama dari adanya si Bedbugs adalah, jelas kalau nggigit, darah kita berkurang beberapa tetes, bekas gigitan rasanya sangat gatal, dan kalau ketemu Bedbugs yang baru gigit kita tuh, biasanya langsung kita "pithes", dibunuh dengan cara dipencet,,huuhh, selain bercak darah, juga baunya.., ampunnn deh.., sungguh gak enak. Dan tentu saja, kasur, sofa, kursi yang sudah menjadi sarang Bedbugs, akan tampak jorok, kotor, dan menjijikkan karena banyak bercak warna coklat kehitaman, mungkin kotoran dia..

Kalau memang tetep mau disalahkan, mungkin akibat dari gigitan yang meninggalkan rasa gatal ini, si Korban akan terus garuk-garuk, jadi luka lecet, dan bagi orang-orang dengan kulit sensitif, mungkin akan meninggalkan luka bekas lecet. Tapi maksudnya, ini adalah akibat terusan dari menggaruk, bukan akibat murni "racun" sengatan si Bedbugs.

Mau tahu sejarah si Bedbugs..? Panjang..,
Sejarah yang panjang itu bisa disingkat, begini.., bahwa orang Eropa sudah mengenal Bedbugs kira-kira mulai abad ke 11. Perkara asalnya, place of origin-nya dari Eropakah..? Tidak ditegaskan demikian. Hanya disebutkan bahwa PEMBAWAnya adalah orang-orang Eropa yang pada saat itu mulai berpindah ke Amerika.

Berita lainnya, disebutkan bahwa pada tahun 1726, Bedbugs ini sudah dikenal di Jamaica. kemudian "dibawa" oleh orang-orang secara tidak sengaja ke berbagai penjuru tempat seantero Amerika.

Bagaimana sih yang disebut "dibawa secara tidak sengaja"...? Sangat mudah, biasanya si Bedbugs terbawa orang-orang dalam tas-tas dan barang-barang yang dibawanya, dan ketika si pembawa tas singgah di tempat-tempat umum, si Bedbugs ini pun ikut "landing", say goodbye pada si Pembawa.., dan dia menemukan daerah baru untu menyebarkan koloninya..hoa..hoa...

Seberapa heboh sih soal Bedbugs di Amerika..?
Heboh juga kok, dan harap dicatat, kehebohan ini bukan hanya melanda rumah tangga perseorangan, tapi juga hotel, rumah sakit, dan sekolah.

Banyak turis di New York, mengeluhkan kasur ada Bedbugsnya, padahal bukan hotel jorok yang murahan, pasien rumah sakit pun sama. Juga anak-anak sekolah bilang, di bangkunya ada binatang kecil yang menggigit dan meninggalkan rasa gatal.

Diceritakan juga di salah satu acara TV, seseorang yang akan melahirkan sedang merombak total kamarnya, membuang perabotan seperti kasur, sofa. Dan ketika ditanya, knapa dibuang..? Banyak Bedbugsnya..

Juga di apartemen tempatku, aku telusuri dari mana Bedbugs di kamar tidur, di ruang tamu ini berasal...

Tenang Boo .., kalau soal Bedbugs, si Tinggi berbau busuk ini, aku sudah kenal sejak lama. Naahhh, bener kan, pantas aja, wong lantai apartemen, atau kebanyakan rumah di Amerika, bukanlah keramik, tapi lapisan kayu.., dan antara sela-sela lantai kayu ini adalah salah satu tempat ideal untuk Bedbugs bersarang..

Hahh.., boleh saja bilang orang Amerika ni pinter-pinter..,tapi banyak juga hal-hal yang mereka ga paham.. Ya to.., orang yang pinter, kadang kalah dengan orang yang berpengalaman..

Trus gimana..
Ya, dieliminasi, dan dibasmi. Caranya, sela-sela lantai kayu, biasanya pada sisi-sisi terpinggir yang nyambung ke dinding, disemprot pakai pembasmi serangga secara berkala, bersihkan dengan sikat, kemudian dipel pake desinfektan, baru tutup sela-sela yang jelas jadi tempat bersarang dengan selotip, atau cairan lilin.

Atau disebutkan juga, secara tradisional, Bedbugs bisa dibasmi menggunakan minyak tanah, kamper, Tembakau, Canabis, bubuk Merica, dan masih banyak lagi..

He2.., lha kalau pake Tembakau, mungkin serangga ini hanya akan dapat efek "mabok" tembakau, alias bisa bangun lagi, kagak mati.

Kalau pake Canabis, ntar ditangkep polisi karena itu termasuk barang terlarang yang tidak bebas digunakan, ha..ha.., piye si..

Dari semua itu, kalau saja kita di Indonesia terserang Bedbugs alias Tinggi, mudah saja membasminya.., tinggal keluarkan perabotan yang terinfeksi Bedbugs, jemur di terik matahari, maka si Bedbugs akan kepanasan dan keluar dari lipatan kasur, bersihkan sarang-sarangnya dengan menggunakan sikat, dan semprotkan pembasmi serangga, atau olesi dengan "Obat Tinggi" yang bisa kita temukan di Abang-abang penjual obat di pasar tradisional.

Apa komposisi Obat Tinggi yang di jual di pasar tradisonal ini, aku gak tahu pasti, tapi yang jelas ada bau kamper, ada bau belerang, dan mungkin juga minyak tanah. Tapi bahan-bahan itu memang cukup ampuh membunuh Bedbugs dan "melayukan" telur-telur yang belum menetas. Lakukan hal ini seminggu sekali, kira-kira 4 kali pembantaian, maka terbebaslah dari Bedbugs ...Sedangkan perabotan dari kayu, harus dicuci pake sabun cuci, disikat, kalau perlu, dicat ulang, selesai.

Kalau di Amerika, perabotan kena Bedbugs, ya dibuang..meski "body'nya masih bagus.. Buangnya pun "mengendap-endap", karena kalau ketahuan orang dan dilaporkan, buang sampah barang gede begini akan kena denda $60...ha..ha.., aya-aya wae kan..

Masalahnya juga, di Amerika, siapa yang mau "mepe", menjemur kasur dan sofa..? Mana mataharinya, kalau terang pun belum tentu terasa membakar karena kalah dengan dinginnya angin utara. Dan yang lebih gawat, tetangga akan komplain, polisi datang... "Excuse me, Ma'am, anda dikomplain tetangga anda gara-gara jemur kasur di depan apartemen.., mengganggu pemandangan.."

Nah..lho..Mbuh ahh.. Cepek dehh..



North Carlin Springs, Virginia
Dian Nugraheni

Wednesday, February 17, 2010

EduRantau: SETIAP HARI adalah PERAYAAN ...

Adakah yang punya pengalaman, anak-anaknya mogok gak mau berangkat sekolah..? Kenapa ya..? Mungkin, jawabnya kurang lebih adalah, anak merasa tidak senang di sekolah..

Tidak senangnya karena apa..? Banyak .., ada yang gak siap ulangan hari ini, ada yang takut dinakalin teman lain, ada yang sedang gak enak badan, tapi orang tuanya belum ngeh kalau anak mulai masuk angin, atau..yahh, berbagai hal yang tidak membuat Anak merasa senang..

Bagaimana sih membuat anak merasa senang di sekolah..?Dari segi "kesiapan" anak, tentu kita sebagai orang tua sudah paham, bagaimana membuat anak-anak siap berangkat ke sekolah.., dari jumlah jam tidur yang cukup, sudah mengerjakan semua tugas sekolah, sudah belajar untuk ulangan, bangun pagi, mandi, sarapan, baju seragam yang bersih dan nyaman, dan tentu saja anak dalam keadaan sehat wal afiat,..sudah deh..anak siap menjalani harinya di sekolah..

Tapi, dari pihak sekolah, bagaimana ya.., apakah mereka juga mempersiapkan hal-hal yang membuat anak-anak merasa senang dan merasa selalu pengen kembali ke sekolah esok harinya..?

Atau jangan-jangan, aparat di sekolah (baca: Bapak dan Ibu Guru), akan menyampaikan materi pelajaran dengan cara-cara yang begitu-begitu saja.., mungkin cara yang sama, sejak puluhan tahun lalu ketika sang Guru mulai mengajar..hmm..

Ada yang aku amati di SD anakku di sini, SD Barret, ternyata adalah SDnya kaum "Celebrities" yang "Expressive" dan "Real" alias "Nyata." Apa pun "dirayakan". Jangankan hari-hari besar bersejarah, yang sepele-sepele pun juga diselenggarakan, misalnya, "Hari Rias Rambut" maka anak-anak dan guru hari itu bebas mendandani rambutnya, gak tanggung-tanggung, bahkan seorang guru olah raga mengecat ungu semua rambutnya, lalu dijabrikkan ke atas, atau memakai wig warna warni, dikat pita-pita lucu,...bebaslah!

Atau, Hari Piyama, anak-anak dan guru semua menggunakan baju tidur ke sekolah.., Dan ketika itu, anakku gak pede mengenakan piyama ke sekolah, kebetulan pas dia memakai baju batik, dan teman-temannya bertanya, "apakah ini baju tidur di daerah asalmu..? he2..

Juga, hampir tiap hari, anakku membawa "sesuatu" untuk dibawa pulang. Kadang sebuah permen karet, kadang sebuah permen Loli, kadang sepotong brownies, secangkir kecil hot chocollate, kertas-kertas (yang katanya daftar hasil penjualan, alias main jual-jualan di kelas...), mainan yang dibuatnya sendiri dari clay, bahkan kalimat yang keluar dari mulut gurunya, yang ditujukan padanya.."tadi Miss Toussant bilang hmm, you look nice..", cuma gara-gara hari itu anakku pake rok, bukan celana panjang seperti biasanya, dan masih banyak lagi..

Dan ketika aku menjemputnya, ekspresi yang ditampakkan pertama kali adalah, berbinar-binar sambil menunjukkan apa yang didapatnya hari ini..

Pada penyampaian mata pelajaran di kelas, juga demikian. Misalnya, Matematika, pelajaran menghitung uang, maka anak-anak diminta membawa uang pecahan satu penny (1 cent), nickel (5 cent), dime (10 cent) dan quarter (25 cent). Uang itu akan digunakan untuk membantu anak-anak agar benar-benar mengenal mata uang, dan bagaimana menghitungnya.., bukan hanya kalimat di soal matematika..

Atau ketika anak-anak diminta membuat aneka bentuk binatang dari clay, kemudian mewarnainya..,aku pikir pelajaran Art, ternyata itu pelajaran sains alias IPA, sedang menerangkan mimicri, camouflage... Dan setelah betuk-bentuk hewan itu selesai diwarnai, sang Guru akan menerangkan hewan apa saja yang bisa bermimicri, atau yang bisa bercamouflage, dan bagaimana hal tersebut dilakukan beberapa hewan untuk menghindarkan diri dari sang Predator..

Atau, pelajaran berenang 6 hari penuh di musim winter, buat apa sih, dingin-dingin gini gitu loh...Pelajaran itu diberikan oleh pihak NASA.., Survival? Emangnye Amrik sering banjir, atau bagaimana ya..? Ohh, ternyata, pelajaran berenang diberikan, selain untuk survival, adalah juga, "bahwa gerakan dalam berenang akan memudahkan kalian untuk bergerak di ruang hampa udara.."

Owalah.., dengan berenang, anak-anak diajak mengerti, bahwa "bergerak" di ruang hampa udara itu, mirip dengan gerakan ketika berenang. Ini pasti salah satu realisasi dari pelajaran OuterSpace yang kemaren dulu disaksikan di Planetarium..

Valentine Day ? Tentu tak terlewatkan begitu saja... Hare gene, siapalah yang akan mempersoalkan sejarah terjadinya Hari Valentine..? Bukan berarti melupakan sejarah, tapi, ternyata buanyaaaak buanget sejarah yang bersliweran mengenai lahirnya Valentine Day ini.. Cepek deh kalo harus menggali sejarahnya..

Di SD Barret, begitu masuk bulan Februari, koridor utama berubah dekorasi, semua serba Cupido bawa panah, serba hati, merah jambu, merah Rose, bunga-bunga..Hmm, itu yang bikin Mamah-Mamah wali murid dan guru-guru..

Anak-anak..? Ternyata karyanya lebih asyik.., bukan sekedar Cupido gendut, atau sekedar warna merah jambu bergambar hati, atau sekeping coklat berbentuk Love.., tapi jauh lebih dalam dari itu semua...

Perintah dari Bu Guru, "masing-masing anak, ambil sebuah buku di perpustakaan, dan temukan kalimat yang mengandung makna cinta dan kasih sayang, kemudian ungkapkan dalam bentuk gambar atau kalimat pada selembar kertas ..."

Apa yang ditemukan anak-anak dalam buku bacaannya itu ? Macam-macam, ada yang nggambar seorang anak lelaki dengan Ibunya, dan ditulis, "I love You, Mom.." Ada yang nggambar seorang anak perempuan dengan anjingnya, " You are my best friend, Pal..." Ada yang menggambar seorang anak yang picky eater alias pemilih makanan, alias sukar makan..ha2.., gambarnya, seorang anak menutup mulutnya, di depannya ada sebuah wortel, kemudian Ibunya menerangkan, "Wortel bervitamin, sangat baik untuk kesehatan, maka, sayangilah tubuhmu, makanlah wortel.."

Apa ya yang digambar anakku..? Ohh, seekor tikus bernama Henry, duduk di bangku sekolah dengan tampang murung, dengan seorang Guru Tikus sedang berdiri di dekatnya. Kata-katanya begini, "Jangan khawatir, Henry.., kamu akan merasa senang di sekolah..Jangan takut tidak bisa membaca, karena di sini banyak guru dan teman yang menyayangimu dan akan mengajarkan kamu membaca.."

Okay.., teman-teman, itulah sekilas hal-hal yang membuat anak-anakku ingin selalu kembali ke sekolah esok harinya..(status anak-anakku di Facebook selama libur emerjensi akibat badai salju : bete libur mlulu..!, padahal dulu di Indonesia, terus terang, aku kadang-kadang memberikan "ijin membolos" untuk anak-anakku, bila mereka sudah bilang, "Gak mau sekolah lah Mah..bosen, capek.., dan hal itu pun secara jujur aku sampaikan ke Ibu Guru di Indonesia dahulu, "Bu anak-anak hari ini ijin bolos, capek dan bosan katanya..")

Kalau begitu, biar anak-anak tidak bosan di sekolah, biar semuanya jadi lebih terasa bermakna, bisakah kita bantu menjadikan sekolah sebagai tempat di mana banyak perayaan (sesederhana apa pun bentuk perayaan itu), setiap hari adalah nyata, setiap hari anak-anak merasa senang, dihargai, menghargai, dan saling memperhatikan..

Semoga..Semoga...

North Carlin Spring,
Arlington, Virginia,

Dian Nugraheni,
Di sini tanggal 12 Februari 2010,
Badai Salju baru saja lewat, Tempatku tinggal bagaikan berada di mangkuk es raksasa...

Sunday, February 14, 2010

LensaRantau: Badai Salju di Bulan Februari

Foto by Janu Jolang


Taman George Washington di malam hari

Bangku taman dingin membeku

Salju menggelayuti ranting-ranting pohon


Aktifitas tetap jalan sehabis badai salju

Suasana perumahan sehabis badai salju

Jalan - jalan masih tertutup salju

Kreativitas bikin kepala raksasa dengan onggokan salju



































 
Site Meter