Wednesday, June 21, 2006

MENGENAL MASAKAN DARI BERBAGAI PENJURU DUNIA

Ketika ada waktu senggang, teman sekamar kadang suka mengajak makan di luar. Karena kebanyakan mereka bekerja di restoran maka sedikit demi sedikit aku menjadi tahu berbagai jenis masakan. Bang Herdi yang bekerja di restoran Arab di Georgetown kadang membawa iga kambing bakar untuk disantap bersama. Oki yang asal Malang paling senang dengan sup daging sapi asal Vietnam atau yang lebih dikenal dengan nama Pho. Lidahkupun sedikit demi sedikit beradaptasi dengan cita rasa masakan dari berbagai negara.

Ya, di Indonesia aku hanya makan masakan ibu. Sayur asem, sayur lodeh, kangkung tumis dan lauk tahu tempe. Kalau sesekali ibu memasak ayam goreng, hati kami anak-anaknya girang bukan kepalang. Kemudian baru ketika aku kuliah di Jogja aku mulai mengenal masakan Padang yang banyak menggunakan rempah-rempah.
Hari ini aku bersama Arif dan Oki pergi ke restoran Peru yang terkenal dengan menu Pollo ala Brasa alias Ayam Panggang menggunakan Arang. Dalam hal kuliner, konon resep ini sudah menjadi warisan dunia. Aroma jinten dan mrica hitam yang kuat membuat asap yang keluar dari ruang panggang memenuhi restoran. Dengan sigap pelayan mengambil seekor ayam dan memotongnya menjadi empat bagian, dua dada dua paha. Paket ayam dengan pilihan dua menu masakan, bisa kombinasi antara: nasi putih, nasi goreng, kentang goreng, salad, sayur bayem, kacang merah, atau chickpea.
Dengan bekerja di restoran aku sedikit demi sedikit belajar tentang dunia kuliner. Aku jadi mengetahui apa itu 5 Rasa Dasar dalam masakan, yaitu: Asin, Manis, Asem, Pahit, dan Umami atau Gurih. Sensor lidah rerata orang mampu membedakan sekitar 5.000 kombinasi kelima rasa itu . Dengan menambah sedikit gula maka rasa asin akan berkurang sekaligus menjadikan asinnya "nendang" di lidah. Dengan menambahkan cuka atau asam pada masakan manis seperti Sayur Asem maka masakan yang tadinya berat akan berasa lebih segar dan "ringan". Dengan menambah umami yang terdapat pada mitcin, saus ikan, atau keju maka aroma masakan menjadi harum menerbitkan air liur dan rasanya sangat gurih.
Ya tentang makanan semuanya mengenai perpaduan rasa dengan komposisi yang pas. Kini mulutku bisa menerima jenis masakan yang awalnya terasa asing di lidah, seperti Tom Yam Thailand yang berasa kecut manis pedas dan aroma Laos yang kuat serta saus ikan yang gurih. Lamb Karahi Afghanistan, kari kambing dalam wajan besi yang berisi rempah-rempah berat dan dicampur dengan banyak tomat serta yoghurt dan butter sebagai efek pengentalnya. Aneka Pasta Italia yang dominan dengan saus tomat, aneka keju, minyak zaitun, bawang putih dan daun Parsley.

No comments:

 
Site Meter