Saturday, December 17, 2005

JALAN-JALAN KE WHITE HOUSE

Hari Minggu Aku diajak Rinto jalan-jalan ke museum dan bangunan bersejarah yang berada di pusat kota Washington DC. Banyak turis mengunjungi beberapa obyek wisata yang sudah mendunia dan tak kalah dengan obyek wisata terkenal lain seperti Istana Buckingham di London, menara Eiffel di Prancis, atau menara Pisa di Itali.

Aku jalan kaki menuju 16th street yang hanya berjarak 5 blok dari Kampoeng Melajoe. Hari Minggu udara cerah dan tak begitu panas, membuat langkah kaki menjadi ringan. Tak makan waktu lama kami menyeberang jalan dan di depan terhampar taman Laffayette yang asri.
Sayang taman itu dipenuhi oleh homeless yang sedang bermalas-malasan, tidur sambil mendengarkan musik dari headphonenya, beberapa kata Oki ternyata anggota Secret Service yang menyamar untuk menjaga White House dari depan. Ya.. taman itu  menyatu dengan lingkungan White House dan hanya dipisahkan sebuah jalan yang banyak dipenuhi turis-turis untuk berfoto ria.
White House yang dulu hanya bisa kulihat di layar kaca kini benar-benar hadir di depan mataku. Rupanya inilah tempat berkantornya orang paling berpengaruh di muka planet dunia ini. Sosok yang suaranya seolah mewakili Penjaga Keamanan Dunia, yang kemana-mana selalu menenteng sebuah tas koper kecil berisi kode untuk meluncurkan rudal nuklir ke segala penjuru dunia.
Setelah itu aku berjalan ke belakang menyusuri trotoar di pinggiran perkantoran Departemen Keuangan hingga sampai ke sebuah tugu yang menjulang tinggi sebagai simbol kota DC, sebagai penghormatan kepada Bapak Bangsa sekaligus pencetus proklamasi kemerdekaan Amerika, George Washington Monument.
Ya .. Washington DC memang kota yang banyak mempunyai bangunan bersejarah. Di kejauhan kulihat monumen Abraham Lincoln berdiri megah, bapak bangsa yang telah membebaskan perbudakan kulit hitam.
Dan di sebaliknya kulihat gedung kubah dengan kedua sayapnya memanjang persegi khas arsitektur neoklasik dengan kolom kolom yang panjang, juga bentuk simetris di banyak tempat dan kubah yang terinspirasi dari gereja-gereja di Eropa. Gedung berwibawa yang kekuasaannya merambah ke segala penjuru dunia. Ya gedung dimana tempat berkantornya anggota Konggres yang terdiri dari 100 Senator dan 435 Anggota Perwakilan Rakyat. Yang suaranya bisa sampai ke Indonesia. Suara segelintir orang yang bisa mengancam hasil textil Indonesia atau menghentikan bantuan militernya. 
Kami berhenti dan duduk di bangku sepanjang lapangan. Dalam semilir angin diantara rerimbunan pohon, aku merasakan aura Ibukota Super Power Dunia terbingkai dalam penataan taman-taman kota yang asri dan sejuk, dengan segala keangkuhannya.

No comments:

 
Site Meter