Wednesday, July 2, 2008

CSIG di Amerika: MAKAN DUREN DI AMERIKA

Duren adalah buah yang sangat populer di Indonesia, banyak orang suka. Bila musim duren tiba, udara serasa penuh aroma duren. Entah itu di bis umum, di rumah-rumah, di pinggir jalan, atau di Super Market. Semua bau duren. Musim Duren menawarkan sebuah kegembiraan tersendiri, mulai dari memilih duren yang bagus, menawar harga, dan menyantap duren yang rasanya manis bercampur sedikit pahit. Sungguh duren meninggalkan rasa mantap di mulut, juga di perut.

Berbeda dengan di Amerika, duren di sini tidaklah populer. Tidak banyak orang tahu kecuali hanya imigran asal Asia. Malam tadi Ekki pulang dari Asian Market membawa tiga geluntung duren besar-besar, duren Montong asli Thailand. Duren ini memang besar, baunya wangi. Tapi rasanya tidak manis dan sudah mulai berair. Maklum di Amerika kita tak bakalan mendapatkan buah duren yang matang di pohon. Semuanya telah lewat proses impor yang memakan waktu panjang dan masuk gudang pendingin.

Walau tak seenak duren Indonesia, kami tetap melahapnya sampai habis. Sedikitnya – ini bisa mengobati kerinduan dan mengingatkan saat-saat musim duren tiba.

Kira-kira 15 menit setelah pesta duren usai - ada suara orang mengetuk pintu. Kami terkejut ketika mengetahui ada 4 atau 5 petugas Pemadam Kebakaran telah berdiri di depan pintu lengkap dengan peralatan 'tempurnya'. Salah satu petugas menjelaskan kalau Ia dapat laporan ada kebocoran gas dari kamar kita. Ia menanyakan apakah mencium bau aneh, seperti pipa gas bocor.

Lantas Kami mengendus-enduskan hidung seolah mempertajam indera penciuman. Kamipun serempak menjawab”TIDAK”. Tapi salah satu dari mereka mencium bau aneh dari kamar kita.

Dan tanpa ba-bi-bu lagi mereka langsung menuju dapur sambil mengeluarkan alat pendeteksi kebocoran gas. Satu orang lagi merunut pipa gas dari kamar mandi pakai detektor. Kami sekamar hanya terbengong-bengong campur was-was. Bau duren yang menyengat mungkin dikira gas bocor oleh tetangga.

5 sampai 10 menit kemudian petugas Pemadam Kebakaran pasrah tidak menemukan sumber kebocoran. Mereka hanya menyarankan jendela dibuka lebar-lebar supaya (kalo ada kebocoran gas) kita tidak mati lemas. Atau menghindari percikan api yang bisa menimbulkan kebakaran.

Setelah pergi, kami merasa lega. Cepat-cepat Bang Herdi membuang kulit duren ke tempat sampah.

Untuk selanjutnya, kita harus berhati-hati kalau mau makan duren. Orang di sini tak tahan bau duren yang menyengat. Mereka mengira itu bau gas 'butane' dan beberapa mengira bau comberan.

No comments:

 
Site Meter